Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots

Ketika Zuckerberg & Elon Musk Berbarengan Ketiban Sial

By: Agen QiuQiu Poker Capsa

Jakarta – Kesialan tengah menimpa dua miliarder di jagat teknologi. Mereka adalah Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook serta Elon Musk, CEO perusahaan transportasi antariksa SpaceX serta perusahaan mobil listrik canggih, Tesla.

Roket Falcon 9 buatan SpaceX mendadak meledak di pangkalan Cape Canaveral Air Force Station di Florida. Saat meledak, Falcon 9 yang seberat 604 ton itu tengah diisi dengan bahan ketika ledakan mendadak terjadi dan membakar seluruhnya.

Sialnya, roket itu membawa satelit Amos 6 milik Facebook yang rencananya akan menyebar koneksi internet di wilayah Afrika. Ledakan dahsyat membuat satelit itu hancur berkeping-keping.

“Kami mendengar suara seperti halilintar raksasa. Bangunan dan jendela terguncang selama beberapa detik,” sebut Evan Zimmy, seorang karyawan yang ada tidak jauh dari lokasi ledakan, dikutip detikINET dari Huffington Post.

Elon Musk & Zuckerberg (ist)

Ledakan itu menghambat ambisi Elon Musk mengembangkan bisnis luar angkasanya. Mengurangi keyakinan pada perusahaan SpaceX yang digadang-gadang bakal mampu meluncurkan roket ulang alik secara aman. Belum lagi kerugian tembus puluhan juta dolar.

“Insiden SpaceX hari ini, mengingatkan pada kita bahwa penerbangan antariksa itu menantang. Para mitra akan belajar dari setiap kesuksesan dan kegagalan,” demikian pernyataan NASA melalui Twitter.

Zuckerberg tentu saja juga merugi. Karena satelit Amos 6 yang dibawa Falcon 9 turut hancur, maka ambisi sang pendiri Facebook untuk menyebarkan koneksi internet dalam proyek internet.org di Afrika, Timur Tengah dan sebagian Eropa terhambat. Tak heran jika Zuck kecewa berat.

“Di sini di Afrika, aku merasakan kekecewaan mendalam ketika mendengar kegagalan peluncuran SpaceX merusak satelit kami yang sedianya akan menyediakan konektivitas pada banyak entrepreneur dan semua orang di benua ini,” sebut Zuck yang kebetulan juga sedang berada di Afrika.

Satelit itu diperkirakan harganya USD 285 juta dan kabarnya terlindungi dengan asuransi. Tapi tetap saja perlu proses lebih lama untuk membuat satelit pengganti siap beroperasi kembali.

(fyk/rns)

Back to Top