Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots

Indosat Keukeuh Terapkan Tarif Baru Interkoneksi

By: Agen QiuQiu Poker Capsa

Jakarta – Keputusan Menkominfo Rudiantara untuk menunda penerapan tarif baru interkoneksi langsung direspons President Director & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli.

Alex menyampaikan, Indosat Ooredoo sampai saat ini belum menerima surat pemberitahuan resmi dari pemerintah. Oleh sebab itu, selama belum ada surat yang membatalkan atau mencabut surat sebelumnya, Indosat Ooredoo akan tetap menerapkan kebijakan penurunan interkoneksi yang baru.

“Ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016 yang ditandatangani oleh Plt. Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Geryantika Kurnia dan dirilis pada 2 Agustus 2016 lalu,” lanjutnya, dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (31/8/2016).

Surat Edaran yang berisi penurunan tarif interkoneksi dengan rata-rata 26% dan memuat 18 skenario panggilan telepon dan SMS antar operator itu sejatinya bakal berlaku pada 1 September 2016.

Namun Menkominfo Rudiantara akhirnya memutuskan menunda penerapan tarif baru interkoneksi tersebut sembari menunggu hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI.

“Pertimbangan menteri di antaranya mengikuti imbauan DPR. Karena harusnya pada tanggal 30 Agustus kemarin ada RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara Menkominfo dan Komisi I DPR, tetapi ternyata batal. Jadi sekarang menunggu RDP berikutnya dengan DPR, setelah Pak Rudi (menkominfo-red.) pulang dari China pada tanggal 6 September,” jelas Plt Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Noor Iza ketika dikonfirmasi detikINET, Rabu (31/8/2016).

Menkominfo Rudiantara sendiri pada Rabu (31/8/2016) petang ini akan terbang ke China untuk menemani Presiden Joko Widodo dalam pertemuan G20, dimana di dalam agenda tersebut juga terdapat Business Forum yang melibatkan menkominfo.

“Jadi ini (keputusan penundaan penerapan tarif baru interkoneksi-red.) ada faktor kebijakan antara Pak Menteri (Kominfo) dan DPR,” imbuhnya.

Meski demikian, CEO Indosat Alexander Rusli memastikan bahwa seandainya SE dicabut atau dibatalkan, pihaknya akan tetap menerapkan tarif baru interkoneksi tersebut sejauh terjadi kesepakatan antar operator secara B2B.

“Kami memandang bahwa kebijakan menkominfo tentang penurunan tarif interkoneksi sebesar rata-rata 26% merupakan kebijakan pro rakyat, karenanya harus didukung oleh semua pihak,” imbuhnya.

“Dengan penurunan tarif interkoneksi ini, masyarakat akan dapat menikmati layanan telekomunikasi dengan harga yang lebih terjangkau, mendorong industri telekomunikasi lebih efisien, serta menciptakan iklim kompetisi yang lebih sehat,” Alex menandaskan. (ash/ash)

Back to Top